Balita Dibunuh Oleh Brondong Ibunya

Pada hari Senin ( 25-02-2019 ) pukul 13.10 wib polsek lubuk baja melakukan Konferensi Pers Ungkap Kasus Polsek Lubuk Baja di Mapolsek Lubuk Baja yang dipimpin langsung oleh KBP Hengki, S.I.K, MH (Kapolresta Barelang)  dan di dampingi  kapolsek lubuk baja Kompol YUNITA STEVANI S.I.K,M.Si serta Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja IPTU AWAL SYABAN HARAHAP S,ik.

 Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja IPTU AWAL SYABAN HARAHAP S,ik berhasil mengamankan 1 (satu) orang Laki-laki inisial AR sebagai pelaku dugaan Tindak Pidana “PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK YANG MENGAKIBATKAN MENINGGAL DUNIA ” yang terjadi pada (21-02-2019) sekira pukul 12.15 wib Di Jl. Flamboyan No.13 Blok IV kel.Batu Selicin Kec. Lubuk Baja  – Kota Batam.

Awalnya pada hari kamis (21-02-2019)  sekira pukul 12.15 wib saksi di beri tahu oleh anaknya bahwa korban An. MUHAMMAD RIZKY  umur lebih kurang 3 tahun telah meninggal dan di bawa kerumah sakit Elizabeth kec. Lubuk baja  kota batam selanjutnya saksi langsung menuju kerumah sakit dan bertemu dengan ibu Korban An. SITI MARGARETA dan menanyakan bagaimana korban bisa meninggal  dan ibu korban bilang korban meninggal karena batuk yang di derita seminggu belakangan ini, merasa janggal selanjutnya saksi mencoba menanyakan  kepada dokter dan dokter bilang yang berhak menanyakan itu adalah pihak kepolisian . selanjutnya saksi langsung  melaporkan kejadian yang janggal  tersebut kepolsek lubuk baja, setelah mendapat laporan tersebut anggota polsek langsung menuju kerumah sakit dan sesampainya dirumah sakit dan menjumpai dokter ternyata memang benar ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Setelah itu pihak polsek lubuk baja langsung membawa korban kerumah sakit bhayangkara untuk dilakukan otopsi dan menayakan kepada para saksi-saksi siapa yang terakhir bersama korban , dari keterangan saksi yang terakhir sama korban adalah pelaku inisial AR selanjutnya pelaku langsung diaman kan dan dibawa kepolsek lubuk baja.Dari pengakuan pelaku bahwa  korban di pukul, ditendang dan di tinju karena pelaku menyruh korban tidur tetapi korban tidak mau sehingga pelaku emosi.

Untuk pelaku kita jerat dengan Pasal 80 ayat (3) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang. (ancaman pidananya 15 tahun dan atau denda paling banyak Rp 3.000.000.000)”ujar Kapolresta Barelang KBP Hengki, S.I.K, MH.

Comments are closed.