Bekap Siswi SMA, 4 Spesialis Bobol Rumah Dibekuk Polsek Sagulung
SAGULUNG – Polsek Sagulung berhasil meringkus empat orang tersangka pencurian dengan pemberatan (Curat). Mereka membobol rumah-rumah warga di Kota Batam. Dalam satu kasus, para... Bekap Siswi SMA, 4 Spesialis Bobol Rumah Dibekuk Polsek Sagulung

SAGULUNG – Polsek Sagulung berhasil meringkus empat orang tersangka pencurian dengan pemberatan (Curat). Mereka membobol rumah-rumah warga di Kota Batam. Dalam satu kasus, para tersangka juga melakukan Pencurian dengan Kekerasan (Curas). Korbannya disekap.

Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Mereka melaporkan jika ada orang yang menggunakan sepeda motor Honda Beat diduga hasil curian. Laporan ini segera ditindak lanjuti oleh opsnal Polsek Sagulung.

Pada Senin (6/1/2020), polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka. Mereka adalah Diki Wahyudi  (18)  dan M Sodikin alias Todi (24).  “Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata benar jika sepeda motor tersebut hasil curian,” kata Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto didampingi Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Rifi Hamdani Sitohang, S.Sos, Kamis (16/1/2020).

Dua orang tersangka terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas. Pasalnya, mereka berusaha melakukan perlawanan saat polisi hendak mengamankannya. “Sepeda motor tersebut didapat dari hasil mencuri. Mereka membobol rumah warga. Namun karena tidak ada yang bisa curi, mereka mengambil sepeda motor korban,” katanya lagi.

Hasil penyidikan polisi, dua orang tersangka ini ternyata memiliki komplotan yang terdiri dari empat orang. Polisi pun melakukan pengembangan. “Rabu (8/1/2020), kita berhasil mengamankan dua orang tersangka lainnya. Mereka diamankan tidak jauh dari kediaman mereka, di Kampung Harapan Kecamatan Bengkong,” ungkap Riyanto.

Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto dan Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Rifi Hamdani Sitohang memperlihatkan barang bukti

Dua orang lainnya yang berhasil ditangkap polisi yakni, M Idris (22) dan Beni irawan (39). Pada polisi, mereka mengaku sudah kerap melakukan pembobolan rumah warga. Di Kecamatan Bengkong, mereka beraksi sebanyak 17 kali. Mereka juga beraksi di Lubuk Baja dan Batam Center.

“Mereka kalau beraksi tidak pernah berempat. Kadang berdua, kadang bertiga. Jika bertiga, satu orang bertugas mengawasi lokasi sekitar,” ujarnya.

Dalam satu kasus, para pelaku melakukan pencurian di  salah satu rumah korbannya yang ada di Perumahan Putra Kelana Jaya, Bengkong. Modusnya, para tersangka awalnya berpura-pura bertamu. Ia mengetuk pintu rumah korban.

Karena tidak ada yang menyahut, tiga orang tersangka yaitu, Diki wahyudi dan M sodikin alias Todi beraksi. Mereka membobol jendela kamar korbannya dengan pahat. Sementara M Idris bertugas mengawasi di luar rumah. “Peristiwa ini terjadi pada 15 November 2019 pukul 12.00 WIB,” cerita Riyanto.

Saat para tersangka beraksi, ternyata ada anak korban dalam rumah. Siswi kelas X salah satu SMA di Bengkong tersebut sedang berbaring di kamar. Pintu kamarnya tidak ditutup rapat.

Korban dan tersangka bertemu muka. Korban berteriak. Diki wahyudi dan M sodikin langsung mengejar dan membekap mulut korban. “Kaki dan tangan korban diikat menggunakan dasi sekolah milik korban. Korban juga diancam dengan pisau,” jelasnya.

Setelah beberapa saat, korban berhasil melepaskan ikatan di tangannya. Sementara, ikatan di kaki korban sangat kuat sehingga ia harus memotongnya dengan pisau. Tak lama kemudian orang tua korban pulang ke rumah.

“Tapi para tersangka sudah kabur dan berhasil membawa kabur dua unit handphone, televisi dan, leptop,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, Diki Wahyudi dan M Sodikin dijerat Pasal berlapis. Yaitu Pasal 365 KUHP junto Pasal 363 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara. Sementara, M Idris dan Beni Irawan dijerat Pasal 363 KUHP tentang Curat dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Sebagai barang bukti, polisi berhasil mengamankan 12 unit televisi, sepeda motor, pahat dan pisau. “M Idris ini adalah residivis kasus pencurian kabel. Dia pernah divonis hukuman satu tahun penjara,” pungkasnya.

Min Reskrim