Hasil Pengembangan, Polsek Batam Kota Tetapkan 2 Orang Lagi Jadi Tersangka Cyber Crime Pencuri NIK KTP Dan KK

BATAM KOTA – Polsek Batam Kota bersama Sat Reskrim Polresta Barelang kembali berhasil menangkap dua orang tersangka pencurian nomor NIK KTP dan KK masyarakat. Dua orang tersebut merupakan seorang laki-laki dan seorang perempuan. Mereka masing-masing berinisial Cr (21) dan Jn (36).

Penangkapan dua orang ini merupakan hasil pengembangan dari lima tersangka yang seminggu yang lalu, Rabu (8/1/2020) diekspos oleh Kapolresta Barelang. “Dua orang ini sebelumnya adalah saksi. Karena terbukti turut serta melakukan tindak pidana Undang-Undang Telekomunikasi dan IT maka kita tetapkan mereka menjadi tersangka,” kata Kapolsek Batam Kota, AKP Restia O Guchi saat ditemui di Polsek Batam Kota, Rabu (15/1/2020).

Cr dan Jn bertugas sebagai operator aktifasi kartu perdana Telkomsel di perusahaan PT Jovindo. Mereka mengaktifkan kartu perdana Telkomsel dengan memasukkan NIK KTP dan KK milik orang lain. Dimana, NIK tersebut didapat dari hasil membobol server penyimpanan NIK.

“Mereka sudah tahu perbuatannya salah, tapi masih mau bekerja di sana. Total tersangka sampai saat ini berjumlah tujuh orang. Mereka terancam hukuman 12 tahun penjara,” katanya lagi.

Kepada polisi, Cr mengaku baru bekerja tiga hari. Dan Jn baru bekerja lima hari. Cr mengaku mengetahui perusahaan tersebut buka lowongan dari kawannya. Dia pun diterima bekerja di sana. “Mereka buka memasang iklan lowongan kerja di depan perusahaannya. Dan saya diterima bekerja di sana,” kata Jn.

Cr dan Jn dijanjikan diupah Rp100 untuk aktifasi satu kartu perdana Telkomsel. Dalam satu hari, mereka bisa mengaktifkan hingga seribu lebih kartu perdana. “Kami baru bekerja. Jadi belum menerima upah,” sebutnya.

Sebelumnya Kapolresta Barelang, Kombes Pol Prasetyo Rachmat Purboyo, S.I.K., M.H. mengatakan, terungkapnya kasus penipuan jual beli kartu perdana tanpa registrasi NIK dan KK tersebut berkat kerjasama aparat kepolisian dan pihak telekomunikasi.

Pelaku melakukan tindak pidana penyelenggaraan telekomunikasi dengan membeli kartu perdana Telkomsel dan melaksanakan aktifasi sendiri. Mereka mengambil NIK dan KK tanpa sepengetahuan korban pemilik NIK tersebut.

Pelaku mendapat NIK dan KK korban melalui aplikasi di Play Store. NIK yang dicuri digunakan untuk mengaktifikasi kartu perdana.

“Kemudian kartu perdana yang sudah diaktifasi tersebut mereka jual ke beberapa provinsi. Diantaranya di Sumatera Barat, Riau, Kepri, Jambi, Bangka Belitung, dan provinsi lainnya,” ujarnya.

Para tersangka mengambil keuntungan dari satu kartu perdana yang sudah diaktifasi tersebut sebanyak Rp1.500. “Penjualan lancar, karena pembeli tidak perlu diaktifasi dan kebanyakan kartu itu digunakan untuk paket internet,” ungkap Prasetyo.

Alat aktifasi, lanjutnya, didapat tersangka dari website  jual online seperti Shope, yang bebas menjual alat aktifasi tersebut. “Pelaku mendapat kartu perdana dengan mudah karena pelaku juga merupakan agen telkomsel,” ungkapnya.

Comments are closed.