Memperingati hari ibu,polsek sekupang mengajak warga nonton bareng “surga kecil di Bondowoso” Memperingati hari ibu,polsek sekupang mengajak warga nonton bareng “surga kecil di Bondowoso”
Sekupang – Selasa sekira pukul 20.00 wib polsek sekupang mengadakan nonton bareng bersama warga rw.11 kel.sei harapan kec.Sekupang film singkat “Surga kecil di Bondowoso”... Memperingati hari ibu,polsek sekupang mengajak warga nonton bareng “surga kecil di Bondowoso”

Sekupang – Selasa sekira pukul 20.00 wib polsek sekupang mengadakan nonton bareng bersama warga rw.11 kel.sei harapan kec.Sekupang film singkat “Surga kecil di Bondowoso” di fasum rusun pemko sekupang.(17/12/19)

Kegiatan nonton bareng bersama warga dipimpin langsung oleh wakapolsek sekupang Iptu Indra Isputranto,SH didampingi oleh kanit Binmas polsek sekupang ipda Edi lubis,bhabinkamtibmas sei harapan Aiptu luqman dan anggota polsek sekupang.Nonton bareng film singkat tersebut untuk memperingati hari Ibu yang akan jatuh pada tanggal 22 Desember mendatang.

Warga yang hadir dalam kegiatan nonton bareng terdiri sebanyak 70 orang mulai dari anak – anak hingga orang tua sangat antusias untuk menonton.Surga Kecil di Bondowoso’. Film berdurasi 15 menit itu karya Nia Dinata yang dapat membawa penonton melihat kehidupan nyata tentang kesetaraan antara pria dan wanita dalam berkeluarga. Berangkat dari kepedulian terhadap tingginya kasus KDRT dan angka kematian ibu. Film tersebut menceritakan sebuah kehidupan keluarga yang unik di Bondowoso. Film ini mengangkat kehidupan seorang ustad dari Bondowoso yang sangat progresif dan mengajarkan pada masyarakat di sekelilingnya tentang pentingnya pendidikan bagi anak perempuan, dan juga keterlibatan laki-laki dalam kehidupan berumah tangga. Film itu mengangkat kisah nyata seorang ustad di Bondowoso, Jawa Timur, yang tanpa malu, mau melakukan tugas-tugas yang biasa dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga. Seperti misalnya mencuci dan menjemur pakaian, menyapu, memasak bahkan memandikan anak di rumah.Hal ini sangat unik mengingat konteks budaya Madura dan kehidupan pesantren yang masih patriarkis khususnya bagi perempuan.Awalnya, warga kampung sempat merasa aneh melihat sang ustad melakukan pekerjaan rumah tangga. Tapi, lambat laun sebuah perubahan pun terjadi. Perilaku yang semula dianggap aneh, kini menjadi wajar.Pesannya, laki-laki dan perempuan sama saja. Sebaiknya saling membagi kasih sayang.Tanggung jawab dipikul bersama-sama.

“pesan dari film yang baru saja kita tonton tersebut menyatakan tentang kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.semoga film tersebut dapat menjadi contoh yang baik sehingga tidak terjadi lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak khususnya diwilayah sekupang” ujar Iptu Indra Isputranto,SH

” kami warga sekupang mengucapkan terima kasih kepada polsek sekupang yang telah mengajak nonton bareng film yang menceritakan tentang pesan untuk menghargai perempuan dan anak- anak,sehingga kedepan nya tidak ada lagi terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak diwilayah sekupang” ujar sdr Anto salah satu warga rusun pemko sekupang.

Sekitar pukul 20.30 wib kegiatan nontong bareng selesai dan selama kegiatan situasi berjalan aman dan terkendali.

polsek sekupang