Penjelasan Kasat Lantas mengenai Lampu Rotator dan Pengunaannya dijalan raya

Banyak masyarakat Kota Batam yang mungkin masih belum mengerti tentang pengunaan Lampu rotator maupun sirine dijalan raya, Kali ini Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu Pati S.ik.,MH akan memberikan informasi mengenai hal tersebut.

berdasarkan Pasal 59 ayat 5 UU nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pengunaan lampu rotator dan sirine dibagi berdasarkan warnanya ialah :

  1. Lampu isyarat ( Rotator ) warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  2. Lampu isyarat ( rotator ) warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah.
  3. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.
  4. Lampu isyarat ( rotator ) warna hijau dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor Dinas Satpol PP pada tingkat Provinsi , Kabupaten atau Kota sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri no 17 tahun 2019 pada pasal 9 ayat ( 2 )

jadi, pengunaan Lampu Rotator maupun sirine tidak bisa digunakan selain dari kendaraan diatas, dan apabila menemukan kendaraan tersebut berada dijalan raya dan sedang menyalakan sirene, diharapkan untuk segera memperlambat kendaraan dan berusahalah menepi untuk memberi prioritas kendaraan tersebut.

Comments are closed.