Polisi Gerebek Dan Bongkar Lokasi Judi Dadu Serta Sabung Ayam di Tembesi Buton Batuaji

BATAM –  Polsek Batuaji dibantu Sat Reskrim Polresta Barelang, Sat Intel Polresta Barelang serta, Sat Sabhara Polresta Barelang melakukan Penggerebekan lokasi Sabung ayam di Tembesi Buton Batu Aji Batam. Penggerebekan ini dilakukan karena masyarakat resah dengan kegiatan tersebut, Selasa (28/1/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kapolsek Batu Aji Kompol Syarifuddin Dalimunte, SH. MH. MBA menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung di lokasi Sabung ayam tersebut dinilai meresahkan masyarakat.

Untuk menjaga agar masyarakat tidak bergejolak adanya lokasi sabung ayam tersebut Kapolsek beserta anggotanya dengan dibantu oleh Sat Reskrim, Sat Intel dan Sat Sabhara Polresta Barelang melakukan penggerebekan.

“Kita kecewa karena gerakan kita tercium oleh mereka. Sehingga sesampai di lokasi para pemain sabung ayam dan dadu sudah sepi. Warung tersebut tutup,” Dalimunthe kesal.

Di lokasi sabung ayam tersebut Kapolsek mendapati adanya aroma perjudian jenis sabung ayam dan judi dadu. hal ini didapati atas adanya fasilitas sabung ayam dan meja dadu. “Informasi yang kita kumpulkan, tempat ini dijadikan tempat perjudian,” ujarnya.

Pun tidak mendapati para pemain maupun bandar, polisi tetap melakukan eksekusi lokasi. Tempat perjudian tersebut dibongkar. Dalimunthe berharap dengan dibongkarnya lokasi tersebut, para bandar dan pemain tidak lagi bisa melakukan aktifitas perjudian.

Disela-sela pembongkaran lokasi sabung ayam Dalimunthe memberikan penyuluhan dan himbau kepada masyarakat. Ia berharap masyarakat turut aktif memberikan informasi jika ada perbuatan melanggar hukum dan meresahkan masyarakat. “Jika bapak ibu melihat aktifitas perjudian, jangan segan-segan melaporkan kepada kami. Laporkan,” ujarnya.

Informasi dari masyarakat menyebutkan, jika lokasi yang dibongkar oleh kepolisian benar merupakan lokasi sabung ayam dan main dadu. Bahkan lokasi tersebut sudah lama digunakan untuk perjudian. “Hampir setiap hari. Bahkan mau sampai pagi,” kata seorang warga yang namanya tak mau dipublikasikan.

Comments are closed.