Saksikan Rekonstruksi Dan Rekaman CCTv. Istri Apeng: Saya Percaya Dan Sudah Ikhlas Saksikan Rekonstruksi Dan Rekaman CCTv. Istri Apeng: Saya Percaya Dan Sudah Ikhlas
BATAM – English Boru Silaban akhirnya percaya jika suaminya, Tan Sui Peng alias Apeng (57) tewas karena bunuh diri. Wanita berkaca mata itu menyaksikan sendiri... Saksikan Rekonstruksi Dan Rekaman CCTv. Istri Apeng: Saya Percaya Dan Sudah Ikhlas

BATAM – English Boru Silaban akhirnya percaya jika suaminya, Tan Sui Peng alias Apeng (57) tewas karena bunuh diri. Wanita berkaca mata itu menyaksikan sendiri rekonstruksi bunuh diri yang dilakukan suaminya di Hawaii Karoke, komplek Marina Busnis Centre Blok B Kecamatan Lubuk Baja pada Senin (4/12/2019).

English dan beberapa koleganya tak berkata-kata saat menyaksikan 53 adegan rekonstruksi yang diperagakan oleh saksi dan polisi. English tak begitu puas kala itu. Usai rekonstruksi, sorenya English juga dipanggil pihak kepolisian Polsek Lubuk Baja. Polisi memperlihatkan rekaman CCTv terkait tewasnya Apeng.

English tidak sendiri menyaksikan rekaman CCTv itu. Dia ditemani anaknya. Adik Apeng, Apo dan seorang kawannya juga menyaksikan rekaman CCTv itu.

Berita Terkiat: Terlilit Hutang, Apeng Bunuh Diri di Tempat Hiburan

Air mata English berderai. Ia tak kuasa menahan tangis melihat gelagat suaminya yang terekam kamera pengintai. Suaminya terlihat mengambil kantong yang diduga berisi botol air mineral dengan cairan diduga berisi minyak dari sepeda motornya. “Saya sudah percaya suami saya bunuh diri. Saya sudah ikhlaskan,” kata English usai melihat rekaman CCTv itu.

English mengaku sempat tidak percaya suaminya nekat melakukan perbuatan tidak terpuji itu. Hal itu karena luka bakar suaminya hanya di bagian belakang. “Saya lihat dari rekaman CCTv, dia seperti memiliki banyak beban fikiran,” katanya lagi pada pewarta yang menanyainya.

English juga menduga jika Apeng nekat bunuh diri karena terlilit hutang. Karena, beberapa waktu lalu, beberapa rentenir mendatangi rumahnya dan menagih hutang. “Kalau mereka (rentenir) itu tidak datang, saya tidak akan tahu jika Apeng punya hutang. Karena selama ini dia tidak pernah cerita,” kata ibu dua anak itu.

Hal senada juga diutarakan Apo, adik Apeng. Ao menyebut jika Apeng merupakan tipe orang tertutup. Apeng tak pernah menceritakan permasalahan pribadinya pada siapa pun. “Dia kalau ada masalah, dipendamnya sendiri. Saya sendiri tidak tahu jika dia ada hutang,” sebut Apo.

Perihal hutang piutang itu juga dibenarkan seorang rentenir, Marbun yang meminjamkan uang pada Apeng. Marbun mengaku pernah meminjamkan uang Rp20 juta pada Apeng. “Ada juga yang sudah dibayar,” kata Marbun.

Namun ternyata Apeng tidak hanya berhutang pada Marbun. Ada sekitar sembilan orang rentenir dan koperasi lainnya yang uangnya juga dipinjam Apeng. Pertemuan itu “dijembatani” oleh bos Apeng, Akuang.

“Apeng ini sudah angkat tangan dan mengaku tidak bisa lagi melunasi hutangnya. Kami (rentenir dan koperasi) pernah duduk bersama untuk membahas ini. Tapi beberapa dari kami tidak terima karena dia (Apeng) akan mencicil Rp50 ribu, Rp100 ribu sampai Rp200 ribu perminggu atau perbulan,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Yunita Stevani didampingi Kanit Reskrimnya, Iptu Haris Baltasar Nasution juga membenarkan jika Apeng tewas karena bunuh diri. “Kita melakukan rekonstruksi sesuai keterangan saksi dan juga rekaman CCTv. Rekaman CCTv sudah kita perlihatkan pada istri korban (English). Rekaman CCTv ini tidak bisa kita rekayasa,” kata Stevani.

Sebelumnya, Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, S.I.K., M.H juga telah menggelar konferensi pers terkait kasus bunuh diri Apeng ini. Prasetyo menyebut jika Apeng tewas setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit. “Ini murni bunuh diri Luka bakarnya mencapai 80 persen,” sebutnya.

Min Reskrim