Tim Saber Pungli Kota Batam Ungkap Praktek Pungli PPDB SMPN 10 Batam

Batam – Tim Saber Pungli Polresta Barelang akhirnya berhasil menguak kecurangan yang terjadi dalam proses penerimaan peserta didik baru di Kota Batam. Kali ini, indisikasi pungutan liar di SMP N 10 Sungai panas menjadi sasaran, Sabtu (14/7/2018).

Kecurangan itu, diduga dilakukan saat proses penerinaan peserta didik baru (PPDB), dengan meminta uang sehingga murid bisa masuk sekolah. Dikomandoi Kasatgasnya, AKP Andri Kurniawan sebanyak lima orang turut dibekuk.

Dalam kasus ini, sebanyak lima orang yang diduga terlibat dalam kasus pungutan liar (pungli) proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN 10 Batam telah ditetapkan menjadi tersangka.

Sementara dari data yang dimiliki, selain kepala sekolah, Rahib, empat tersangka lainnya adalah Wakil Kepala Sekolah, Antonius Yudi Novianto, Ketua Komite, Baharudin, seorang staf admin TU , Ratu Rora, dan guru honorer, Mismarita.

Para tersangka dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) terancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Hal itu disampaikan Kapolresta Barelang, Kombes Hengki, didampingi Ketua Unit Pemberantasan Pungli (UPP), AKBP Muji Supriadi dan Kasatgasnya, AKP Andri Kurniawan, saat ekspose di Mapolresta Barelang, Jumat (20/7/2018).

Dijelaskan, ancaman tersebut, sesuai dengan pasal Pasal 12 huruf e jo 55 KUHP UU 20 tahun 2001 sebagaiamana perubahan atas UU no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Lima orang tersangka ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut, untuk mencari tahu kemana saja aliran dana hasil pungli tersebut,” ujarnya.

Modus yang dilakukan para pelaku, yakni dengan meminta uang kepada calon siswa agar bisa diterima di sekolah tersebut untuk pembelian baju seragam senilai Rp 640 ribu. Namun dalam kenyatannya, para calon murid harus membayar rata-rata sebanyak Rp 2,5 juta per kepala.

Kasatgas UPP Kota Batam, AKP Andri Kurniawan, menambahkan pengungkapan ini berawal dari ditangkapnya guru honorer bersama staf admin TU.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, pihaknya kembali mengamankan ketua komite beserta ratusan juta uang hasil pungli.

“Penyelidikan terus kita kembangkan hingga kasus ini bermuara pada Wakil Kepala Sekolah dan Kepala Sekolahnya. Sehingga, jkita juga melakukan penangkapan,” pungkasnya.

Comments are closed.